12.08.09
“Wajib al-Wujud”
Jika Engkau adalah Wajib al-Wujud
Maka di mana wujud-Mu jika hendak kucari
Jika Engkau adalah wujud yang tidak terbatas
Apakah wujud terbatas mampu bertemu dengan diri-Mu
Jika Engkau adalah immateri
Maka apakah materi diperkenankan bersatu dengan-Mu
Apakah selamanya diri-Mu kan transenden bagi kami
Apakah ruh yang terbalut jasad diizinkan menatap-Mu
Mendengarkan titah-Mu, merasakan keberadaan-Mu bahkan memeluk-Mu
Bukankah seluruh jasad adalah materi yang lekang oleh waktu
Maka bagaimana mungkin wujud yang tidak tak terbatas merasakan yang tidak terbatas
Maka kemustahilan bagi materi mendeteksi immateri
kecuali materi yang telah terkosongkan tanpa isi
Apakah kekosongan dapat tercapai ketika masih terbatasi dengan jiwa
Ribuan asma masih menyelimuti kami selama masih ada kehidupan
Bukankah kami masih ingin bereksistensi selama Kau titipkan nafs kepada kami
Bagaimana mungkin kami membuang seluruh keinginan kami
jika hidup ini penuh dengan kepentingan dan tendensi untuk terus mempertahankan diri
Lalu bagaimana cara kami untuk menafikan seluruh entitas kecuali diri-Mu
Kau ajarkan kepada kami kerendahan, ketundukan, kepasrahan tidak lain untuk merasakan keberadaan-Mu
Bukankah samudra yang membentang menjadi puncak bersatunya seluruh sungai karena kerendahannya
Jika Engkau adalah samudra dan kami adalah sungai
Maka ajarkan kepada kami kepasrahan sejati agar bisa bersama-Mu
Wahai Samudra yang membentang sebagai puncak kebahagiaan
Wahai sungai yang terus merendah hingga terjadinya pertemuan
Kesamaan dzat-mu lah yang telah mempersatukan dirimu
yang tidak ada sekat ataupun pembatas yang dapat memisahkan dirimu
lalu bagaimana jarak antara kami dengan diri-Mu
Apakah meninggalkan jasad adalah satu-satunya pintu untuk bisa bertemu
dan ber-imanen bersama Wujud-Mu
Lalu kenapa Engkau memberikan jarak antara kita dengan surga
Jika yang dituju oleh seluruh pecinta-Mu adalah diri-Mu
Wahai….Wajib al-Wujud
08.19.09
Taqdir

mana yang lebih indah antara menerima takdir atau membentuk takdir…
mana yang lebih utama sabar kan takdir atau meminta takdir yang baru…
mana yang lebih sempurna antara berserah diri atau bergegas menuju yang kita harapkan…
mana yang lebih baik antara penerima atau peminta…
banyak manusia mencapai maqam qona’ah dan berbahagia
tapi sebagian lain begitu resah dan merasa gundah
banyak manusia berlomba meminta
tapi sebagian yang lain begitu pasrah dan berserah
Tuhan…
ketika Engkau telah mencipta kenapa juga Engkau menentukan
apakah ketentuan-Mu meliputi awal dan juga akhir kehidupan
lalu kenapa Engkau mewajibkan ikhtiyar petanda keangkuhan
bukankah segala ketentuan yang Kau gariskan kan berpindah sesuai harapan
apakah harapan itu yang Kau damba dan nantikan
karena tidak mungkin pengetahuan-Mu tidak meliputi segala sesuatu ke depan
atau Kau hanya terlibat pada proses awal dan Kau berlepas diri setelahnya
segala harapan, ketentuan pada manusia merupakan causalitas apa yang diusahakan
dan Kau pun hanya merestui dengan penuh keridhoan
lalu apa maksud-Mu bila ternyata restu-Mu membawa petaka bagi yang mengusahakan
apakah petaka itu murka-Mu ataukah ujian dari-Mu
Allahumma Robbi ‘izzati ‘amma yashifun…
semua takdir tidak lain adalah ujian dan juga musibah
ada juga yang mengambilnya sebagai hikmah…
pembuka tabir tersembunyi yang terjaga
Demi dzat-Mu yang Maha Mengetahui dan Maha Adil
tidak ada seorang manusiapun yang mengetahui takdir kehidupannya
manusia hanya berusaha untuk mewujudkan takdir yang diharapkan
meskipun kadang ragu, apakah ini kebaikan atau keburukan
manusia cuma bisa berencana…
namun segalanya terserah Anda…
06.23.09
Doa Raker II
Segala puji hanya milik-Mu, wahai Pemilik Kedermawanan, Keagungan, Ketinggian, Kebesaran dan Kebijaksanaan
Ya Robbana, Ya Sami’un ’Alim
Wahai Dzat Yang Tidak Pernah Lalai
Kaulah yang melihat segala kemaksiatan yang kami lakukan
Kaulah yang mengetahui segala kebusukan yang kami sembunyikan
Kaulah yang menyembunyikan segala aib yang kami kerjakan
Ampuni lisan kami yang terlalu sibuk dengan hinaan dan cercaan…
Ampuni mata kami yang terlalu sibuk dengan tontonan dan lamunan
Ampuni kami yang selalu kufur atas nikmat yang Kau berikan
Ampuni kami yang selalu ingkar atas amanat yang Kau titipkan
Ampuni kami yang terlalu tamak kan dunia yang melenakan
Ampuni kami Ya Allah atas ibadah yang kami tinggalkan
Ampuni kami atas segala kesombongan yang kami banggakan
Ampuni Kami atas kesia – siaan yang kami kerjakan
Wahai Yang Maaf-Nya lebih sering dari siksa-Nya
Wahai Yang Ridho-Nya lebih besar dari murka-Nya
Wahai Dzat yang selalu membuka pintu ampunan yang kami abaikan
Mudahkan kami Ya Allah mengetuk pintu ampunan yang Kau janjikan
Basuh kami dengan lautan maghfiroh-Mu Ya Ghaffar Wahai Dzat Yang Maha Pengampun
Jikalau dosa ini tidak Kau ampuni, maka kemana lagi kami kan mencari harapan
Jangan Kau putuskan harapan kami, Jangan Kau campakkan kami yang sangat fakir dan butuh belas kasihan
dari – Mu Yang Maha Rahman
Robbana dholamna anfusana wa in lam taghfirlana wa tarhamna lanakunanna minal khosirin
Ya Robbana Ya Mu’min Muhaimin Ya Salam…
Wahai Dzat Pemberi Keselamatan
Karuniakan kepada kami kebahagiaan, ketenangan dan rasa kecukupan
Karena kami yakin Engkaulah Dzat Yang Maha Adil, Maha Pengasih dan Penyayang.
Rabbana…
Karuniakan kepada kami ke ikhlasan untuk menerima segala takdir yang Kau gariskan
Ajarkan kepada kami memahami setiap ketentuan yang Kau tetapkan
Kumpulkan kami dengan orang orang yang mencintai-Mu dan Kau pun mencintainya
Sadarkan kami Ya Allah bahwa hidup penuh dengan perjuangan dan pengorbanan
Dekatkan kami kepada orang orang yang lemah dan dipinggirkan
Bukakan mata kami untuk melihat segala penderitaan yang terabaikan
Bukakan telinga kami untuk mendengar segala rintihan yang menyayatkan
Bukakan hati kami Ya Allah agar dapat mengambil hikmah atas segala bencana yang menimpa negeri ini
Jadikan kami hamba yang peka dan dapat merasakan ratapan kesengsaraan, ketidakadilan, kelaparan, penindasan, kekejaman yang melanda segala penjuru tanah air ini
Satukan kami dalam kebersamaan untuk mewujudkan negeri yang penuh kedamaian
Jadikan kami Ya Allah umat yang punya visi, misi yang peduli akan nasib rakyat dan kesejahteraan
Jadikan negeri kami Ya Allah negeri yang penuh dengan kedamaian, kemakmuran dan ketentraman
Wahai Dzat Yang Maha Mendengar dan Mengabulkan….
Rabbana taqabbal minna innaka anta sami’un alim
Wa tub ’alaina innaka anta tawwaburrohim…
Konsinyering, 31 Jan – 1 Feb 2008
Puspiptek Serpong
06.22.09
Ketika Hati Bicara
Ketika Allah menciptakan hati
darinya berbagai rasa membuncah menyeruak
saling berdesakan berhimpitan membentuk simponi nurani
yang selalu bergerak menuju perbuatan fitri
wahai hati yang tulus…
adakah dengki dalam dirimu
adakah benci dalam sudut sudutmu
adakah “rindu” selain kepada Rabb-Mu
adakah tempat walau se-inchi dalam ruas kalbumu
untuk menyebut selain Kekasih-MU
tidak tidak ada…
maafkan diriku wahai “pemilik hati sementara”
semua telah membentuk getar getar rindu merapat dan
memadat dalam setiap lubuk hatiku…
tidak ada lagi kebencian apalagi kedengkian
karena telah menjelma dalam wirid “Pemilik Sejatiku”
darinya deraian air mata ketulusan berjatuhan
darinya untaian dzikir bergema beriringan
darinya setiap gerakan selalu mengikuti ke manapun
“Pemilik Sejatiku” menyeru
aku merindu wahai “pemilik hati sementara”…
biarkan rindu hamba membuncah mengikuti para
pemuja-Nya
merindu bahkan ingin selalu bertemu dengan Wajah-Nya
aku terbuai dalam kenangan manis senja berjuang
bersama mujahid muda di bawah naungan ukhuwah
merasakan manisnya mengajarkan anak-anak etika
merasakan dinginnya air wudhu tahajud dini hari
merasakan linangan air mata dzikir taubat yang tidak
pernah terputus karena takut akan murka-Mu
merasakan manisnya keyakinan akan rizki dengan dhuha
merasakan manisnya berkah dengan berbagi…
biarkan hamba lepas darimu wahai “pemilik hati
sementara”…wahai sulaeman sebatas asma sementara
yang kini sedang terjebak dalam lilitan nafsu…
Ya Allah, sekarang nuraniku berbicara…
kenapa Kau ciptakan nafsu bila hamba tidak sanggup
mengarahkan menuju diri-Mu…
ajarkan hamba Ya Rabbi
Kaulah Ya Huda…Wahai Pemilik Petunjuk
Kaulah yang menciptakan hamba dalam bentuk “an-nas”
jikalau hamba boleh memilih…
jadikan hamba malaikat-Mu, atau makhluk apapun yang
tidak memiliki nafsu untuk ingkar kepada-Mu
maafkan hamba yang melupakan hati yang Kau titipkan…
hamba merindu…satukan hamba dengan hati hamba…
jangan cerai beraikan kami Ya Mahbub
izinkan kami selalu bersama dalam kehidupan dan
kematian…mata ini mulai lelah dalam tangisan…
jadikan dia saksi dari persaksian kehinaan diri
hamba…
06.16.09
Tidak Ada Sedih
terlihat gemerlap dunia…..karena ada cahaya
tapi…apakah kegelapan itu ada???
hangatnya mentari terjadi karena adanya panas yang menyelimuti
tapi…apakah dingin itu sebuah eksistensi???
Tidak…tidak sayang….
kegelapan itu tidak ada….
yang ada hanyalah ketiadaan cahaya…
sehingga kita merasakan kegelapan…..
sekali lagi tidak ada dingin…..
yang ada hanyalah karena ketiadaan panas…..
gelap dan dingin hanya karena ketiadaan….dia bukan wujud…tapi maujud….
yang diwujudkan karena kehampaan….
apakah cinta itu ada????
ya…cinta memang wujud tapi dia hanya esensi…bukan eksistensi yang dapat kau indera….tapi dapat kau rasakan…..
kau nikmati karena Al-Waduud menyemaikan dalam hatimu…
mengikatnya dan memenuhi dalam seluruh relung qalbumu…
apakah benci itu ada????
tidak kebencian itu tidak ada….
yang ada hanyalah ketiadaan cinta dan kasih sayang…..
cinta menderivasikan makna….
kebahagiaan dan ketenangan yang kau rasakan tak lebih dari turunan hati
bila hati dinda merasakannya…
janganlah dicampakkan……
tapi peliharalah…dan biarkan dia terus bersemi hingga berwarna warni menghiasi…
hidupmu yang hanya sekali…..
06.15.09
Akhir Fana

kenapa laut harus mengalami pasang dan juga surut
kenapa matahari terbit di pagi hari dan terbenam di senja hari
kenapa ada malam dengan bertabur bintang dan juga ada siang berselimut awan
kenapa ada kematian yang memisahkan dan juga ada kehidupan yang memadukan
kenapa ada awal sebagai permulaan dan juga akhir sebagai perpisahan
kenapa ada kekal keabadian dan juga ada fana kesementaraan
apakah hakikat berbeda adalah keterpisahan atau kebersamaan…
apakah pengklasifikasian dapat muncul bila tidak ada perbedaan
bukankah nama-nama mereka muncul karena keunikan dan distingsi yang ada
dan melekat pada setiap eksisten
bukankah kami juga diberikan akal untuk melakukan katagorisasi
dan memberikan nama berdasarkan ciri yang melekat pada setiap yang ada
apakah mungkin penamaan diberikan tanpa diikuti tanda-tanda yang berbeda
dalam logika kami tidak mungkin…karena kami hanya diberikan akal untuk menganalisa
bahkan bertahan untuk selalu ada dengan membuat diriku berbeda dengan lainnya
karena aku ada bukan karena aku berfikir, tapi aku ada karena aku berbeda
maka bagaimana mungkin Engkau kan mengakhiri alam fana ini dengan tiupan sangkakala
dan langitpun tak bisa menghindar bila harus bertabrakan dengan bumi
gunung pun tak bisa menolak ketika terangkat bagai anai-anai
apakah itu semua karena perintah-Mu atau karena hukum alam-Mu
jikalau karena perintah-Mu, rasanya tidak mungkin karena selama ini Kau adalah dzat Yang Maha Rahman
jikalau karena hukum alam-Mu maka umur langit dan bumi serta seluruh makhluk yang hidup di dalamnya memang sudah renta
sudah saatnya hancur…dan digantikan oleh langit…bumi…dan seluruh makhluk yang baru
karena tidak mungkin Kamu ada hanya seorang diri tanpa kami makhluk-Mu
sebagaimana ketika Kau menciptakan kami dahulu kala
untuk mengenalkan diri-Mu sebagai yang kekal dan kami yang fana
dan untuk menyembah-Mu sebagai yang menciptakan dan kami yang diciptakan
karena Engkau adalah Kholik dan kami makhluk
karena Engkau ada kamipun “ada”
06.05.09
tugas Anda
jikalau kaum sufi selalu ingin bertemu dengan-Mu
bercengkrama bahkan ingin bersatu dengan-Mu
kenapa rasul ketika bertemu dengan-Mu di sidratul muntaha
dia tidak bersikeras tinggal dan menatap keindahan-Mu
jikalau para faqih mempertanyakan perilaku para sufi
kenapa terobsesi dengan “wihdatul wujud”
hingga terlihat mabuk dalam “ittihad wal hulul”
padahal jelas sekali kalau rasul memang kembali ke bumi sebagai “khalifah fil ardh”
apakah para sufi jelas mengetahui dan memahami bahwa perjalanannya memang belum selesai
apakah kita yang terlalu cepat menvonis dan menyalahkan para sufi
kenapa kita tidak melihat siapa diri kita bahkan terkesan susah untuk introspeksi diri
kita yang masih sering mengakui bahwa kita sebagai hamba Allah
bukankah seorang hamba itu memiliki eksistensi
padahal sebenarnya Wujud hanya milik Allah
sedangkan kita hanyalah relatif dan fana
ternyata kitalah yang belum mengetahui di mana posisi kita sekarang
kita yang belum mengenal apalagi memahami Allah sebagaimana kondisi para sufi yang telah sampai pada maqom “ma’rifah” dan “mahabbah”
lalu bagaimana kita bisa seperti rasul, sang pencerah, yang sudah kembali dari pertemuan dengan-Mu
dan memahami bahwa semua makhluk adalah emanasi diri-Mu yang sangat indah
kita yang belum mengetahui tugas kita sebagai pencerah, karena kita hidup hanya untuk sementara
maka setiap waktu yang kau lewatkan, apakah sudah sesuai dengan tugas yang diberikan oleh Dia, sang pemberi tugas
ketahuilah, kelak Dia kan bertanya sejauh mana tugas telah kau laksanakan…
06.02.09
nothing …
apa definisi kebenaran menurut Anda
sama dengan kebenaran menurut ku
apa definisi kebenaran universal
sama dengan kebenaran lokal
kenapa peradaban manusia tidak sama
kenapa sejarah bangsa manusia tidak seragam
kenapa ilmu pengetahuan tidak berkembang beriringan
kenapa norma dan nilai terus berkembang dibangun dari falsafah yang tidak diakui secara universal
kebenaran yang universal apakah ada?
dari mana munculnya konsep benar dan salah?
apakah diberikan utuh dari langit atau muncul sebagai pandangan manusia kolektif?
apakah pandangan manusia itu muncul dari hati dengan sendirinya atau ditunjukkan dari titah langit melalui manusia suci-Nya
bagaimana peran akal terhadap kebenaran eksistensi Causa Prima
bagaimana pula peran “petuah suci” terhadap interpretasi agama terhadap perkembangan zaman
bukankah Kau lebih dahulu ada dibandingkan dengan “sang pembawa pesan”
bukankah akal diberikan dan berkembang seiring dengan umur dan pengalaman manusia
bukankah setiap manusia mengetahui bahwa Kau adalah Wudud dan kami maujud
bukankah secara fithri tidak ada pengingkaran kalau Kau memang Tuhan dan kami hanya tuhan
lalu apa tugas “manusia suci” ketika diutus oleh diri-Mu
sejauh mana otoritas dan peran dia dalam membentuk “manusia yang tercerahkan”
apakah hanya sampai pada pencarian siapa diri-Mu
ataukah sampai pada terma “sami’na wa ato’na”
jika kebenaran sejati diserahkan kepada seluruh manusia
maka kan banyak versi dan dimensi tentang kebenaran
lalu apakah salah bila mereka telah berusaha mendekati-Mu melalui potensi akal yang Kau berikan
meskipun pada akhirnya mereka dicatat dalam sejarah dan di klaim sebagai golongan yang keluar dari “common mainstream”
apakah harus selalu ada pemegang kebenaran melalui “manusia suci” untuk setiap zaman?
yang tersisa hanya prinsip “ketundukan” kepada akal yang di klaim sebagai nurani karena obsesi menjadi manusia bebas “penuh arti”
atau ketundukan kepada “manusia suci” yang kita sendiri tidak punya kemampuan untuk menverifikasi…
begitupun “manusia suci”, ketika nubuwwah telah datang
maka muncullah dua pandangan ekstrem
tunduk kepada akal yang sebenarnya ego kemudian berusaha menverifikasi dan menfalsifikasi
atau tunduk kepada “manusia suci” dengan penuh kepercayaan tanpa terkecuali…
04.17.09
chat via smartphone

Mungkin kita semua pernah dengar atau bahkan pernah menggunakan fasilitas chat via Yahoo Messenger, Gtalk, Gado-Gado, Chat Facebook, MSN, ICQ and so on dalam sebuah komputer atau notebook. Bila Anda ingin menggunakan smartphone Anda dan tetap ingin terhubung dengan fasilitas-fasilitas chat tersebut dalam smartphone (BlackBerry, PocketPC, iPhone) Anda atau fasilitas handphone dengan teknologi Java (J2ME), Symbian, Anda bisa saja menggunakan ebuddylite, mig33 versi 4.04, yamee versi 1.3 kesemuanya itu menampilkan satu jaringan chat saja. Artinya bila Anda sedang menggunakan account yahoo, maka account google Anda tidak aktif.
Nah pakai Nimbuzz versi 2.0 bisa dijadikan salah satu alternatif untuk mengintegrasikan itu semua. Bagi Anda pengguna handphone yang punya fasilitas Symbian – 1.1 Java atau Windows Mobile bisa membuka seluruh account Anda dalam satu tampilan menarik.
Setelah Anda baca ini, segera aja unduh Nimbuzz di http://download12.getjar.com/downloads/web/pub/36004/Nimbuzz_pc.alx
perantara
ketika Engkau tidak terjangkau dalam sadar
maka dirikupun membutuhkan perantara untuk sekedar menyapa-Mu
ketika Engkau tidak terdefinisi dalam akal
maka dirikupun mencari pembenaran dengan hukum kausalitas
ketika Engkau tidak bisa ter-logika
maka dirikupun mencari diri-Mu dengan filsafat Wujud dan teori emanasi
ketika Engkau jauh …
maka dirikupun selau memanggil-Mu dengan seluruh asma-Mu seraya takut Kau tinggalkan diriku
ketika Engkau dekat
maka dirikupun mulai menyebut-Mu dengan hatiku
tak ada lagi suara untuk menyapa-Mu
tak ada lagi kata-kata untuk menyeru-Mu
tak ada lagi indera untuk memahami-Mu
yang ada hanya penglihatan bukan lagi mata
yang ada hanya pendengaran bukan lagi telinga
yang ada hanya keyakinan bukan lagi logika
ketika kita semakin akrab
maka Engkau menyatu dalam diriku
tak ada lagi penglihatanku
tak ada lagi pendengaranku
tak ada lagi perantara antara diriku dan diri-Mu
tak ada lagi bahasa di antara kita
yang ada hanyalah Kamu
melebur dalam diriku


