Laron…
mengapa dirimu kerap datang ketika hujan menjelang
mengapa dirimu menghampiri lentera-lentara dan menutupi cahaya
apakah kau mencari cahaya atau kau ingin bertemu inti cahaya
mana yang kau rindu bersama cahaya sejenak dan dirimu sulit menjejak
ataukah bersatu bersama inti cahaya di mana dirimu lebur menyatu
Begitu cepat kau mengepakkan sayap
hanya untuk sekedar bertahan dalam pelukan cahaya dibarisan terdepan
berhimpitan berdesakan pada akhirnya sayapmu pun patah
berjatuhan berserakan dan kau pun terjerembab jatuh menuju tanah
tidakkah kau menyesal wahai pencari cahaya…
tidak…
Hamba tidak pernah menyesal
usaha hamba telah maksimal dipenghujung senja
hamba tahu bahwa hidup hamba hanya sebatas hujan
hamba tahu kemana harus berlabuh dan menetap
hamba sudah bertemu Sang Pemilik Cahaya kehidupan
bersamanya hamba dan dirimu berlabuh menuju kedamaian
Kita semua berlomba menuju cahaya
berduyun duyun mencari sang pemilik cahaya
cahaya yang diwujudkan terasa hangat mendera
yang hanya dapat ditangkap oleh hati tanpa noda
bila al-Quran adalah cahaya kehidupan
maka jangan kau tinggalkan
bila orang-orang solih adalah pantulan inti cahaya
maka jangan kau sia-siakan
Mereka adalah pintu gerbang menuju inti cahaya
inti cahaya yang kita idam-idamkan
untuk larut dan melebur bersamanya
dalam kehdidupan setelah kematian
