puncak gunung mengoyak gumpalan awan
laganya angkuh menghalangi pancaran mentari
tiangnya kokoh khawatir ketinggian
amarahnya meledak karena kesombongan

kencangnya angin mengingatkan dia
petir berteriak huru hara di sekitarnya
tanpa ampun kabut mengeroyoknya
mengingatkan kesombongannya

tapi lihatlah laut yang terhampar luas
begitu damai, tenang tanpa masalah
sebagai puncak kebahagiaan para sungai
karena dia tawadhu selalu

About nahawan

seseorang yang tertarik dengan alam imaginal tapi terjebak dalam alam fana... berusaha mencari titik temu dan ingin melesat dalam nirwana yang kini kelabu dan penuh sembilu.... @sulaeman79

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s