Empat hari yang lalu, ba’da sahur, tepatnya jam 04.00 – 04.30 terjadi pemadaman listrik oleh PLN. Rasanya begitu gelap ketika tidak ada cahaya. Karena merasa membuka mata adalah perbuatan sia-sia, maka segera kupejamkan mata, toh hasilnya sama. Gelap. Dalam kegelapan kutermenung dan berfikir, apakah benda yang ada selama ini, dan yang kulihat sebenarnya nyata dan eksis, ataukah cahaya yang membuatnya eksis? Atau apakah benda itu sesuatu yang diinderai tapi indera itu tidaklah berfungsi ketika tidak cahaya? Apakah benda tetap eksis bila tidak ada cahaya dan tidak ada mata?

Beberapa saat kemudian Handphone berdering, nampaklah benda itu. begitupun benda disekitar cahaya tersebut. Eksistensi benda itu akhirnya nampak ketika ada cahaya disekelilingnya. Mulailah saya merenung kembali. Jikalau benda yang ada disekitar cahaya saja menjadi tampak, apalagi kalau benda tersebut yang mengeluarkan cahaya. Bumi saja begitu mendamba bulan walaupun hanya sebatas memantulkan cahaya apalagi hangatnya cahaya mentari.

Layaknya mata yang membutuhkan cahaya dhohir, begitupun hati membutuhkan cahaya batin. Setiap manusia yang mempunyai cahaya batin tidak perlu mengatakan dirinya bercahaya, karena sifatnya cahaya itu memancar. Tidak ada kegelapan siapapun, manapun, dan kapanpun yang dapat menutup pancarannya. Maka tidaklah heran ketika Rasulullah, seorang cahaya di atas cahaya, begitu banyak menerangi jiwa-jiwa manusia yang terselimuti dalam kegelapan. Sudah sifatnya cahaya menerangi eksisten – eksisten disekelilingnya, maka seluruh sahabat Rasulullah pun tercatat dalam sejarah atas eksistensinya. Makhluk cahaya dapat menerangi sekitarnya, pengaruhnya memancar. Jikalau kita tak mempunyai pengaruh sedikitpun dalam kebaikan untuk bangsa kita, lingkungan kita, masyarakat kita, orang-orang yang kita sayangi, maka kita memang butuh cahaya bak laron yang mengelilingi lentera. Maka bertebaranlah wahai kawan, kejarlah cahaya itu, meskipun hanya berupa pantulan, maka sejatinya dirimu pun kan nampak dihadapan Cahaya Sejati

About nahawan

seseorang yang tertarik dengan alam imaginal tapi terjebak dalam alam fana... berusaha mencari titik temu dan ingin melesat dalam nirwana yang kini kelabu dan penuh sembilu.... @sulaeman79

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s