hari ini, rabu, tanggal 24 September 2008. kulihat mesin finger print menunjukkan tepat pukul 8:55. terlambat… kesimpulan itu sangat cepat menelusup dalam fikirku, dan ku tak kuasa menolaknya karena aku punya perspektif yang cukup ketat terhadap waktu, meskipun kadang ada beberapa lintasan justifikasi sebagai alasan pembenar kenapa terlambat. yang jelas al-Qur’an sangat apik dan cermat ketika menyitir akan fenomena waktu. waktu yang yang telah lalu tidaklah kan kembali, padahal didalamnya, ribuan sejarah terukir sebagai warisan untuk generasi yang akan datang.

saat ini, tepat pukul 09.04, hand phone Sonny Ericson bergetar, ada satu sms masuk. Ali Masyhar nama pengirimnya. dia adalah seniorku ketika di Fakultas Hukum Undip, seorang yang bersahaja, namun cerdas dalam menghangatkan situasi ketika berada di depan audience, maka tidak heran kalau sekarang dia menjadi dosen di Universitas Negeri Semarang yang disingkkat Unnes. ” Sule, sy sdh matur dekan soal kmgkinan melimpah. Ada lampu hijau. Sgra sj mghadap dekan FH, atau habis lebaran jg ndak papa” isi sms yang saya baca dengan perlahan. meskipun hanya beberapa karakter, tapi dalam pehamanku sangat mengandung arti, dan mengharukan. toh, sudah lama saya menginginkan untuk menjadi dosen. dan peluang itu pun kini tercipta. peluang yang harus disikapi dengan bijak, karena status saya saat ini terikat di salah instansi pemerintah sebagai pembina jabatan fungsional perekayasa, sebut saja Badan Pengkajian Dan Penerapan Teknologi yang disingkat BPPT.

Bila, sebenarnya saya sangat tidak suka menggunakan kata – kata yang bertendesi sebagai perumpamaan, kesempatan itu tidak saya ambil, kapan lagi saya akan punya kesempatan ini. bukankah konsep waktu itu terus maju, di dalamnya terdapat banyak sejarah yang tercipta dari peluang dan usaha keras yang harus dipersembahkan. meskipun, dalam relung hatiku selalu berkata, apakah ini bagian dari keegoisan diriku, yang ingin selalu mengedepankan keinginanku, tanpa memperdulikan sekelilingku. Ya Allah, Kau lah pemilik alam raya ini, termasuk diriku. waktu yang Kau ciptakan dan di dalamnya terdapat peluang juga bagian dari kehendak-Mu, ketika Mas Ali menawarkan kesempatan itu maka tidak lain, Kaulah yang menawarkan diriku. ketika Kau menawarkan diriku, maka aku yakin Kau lah satu-satunya Dzat yang mengetahui segala sesuatu baik yang dhohir maupun yang bathin, apalagi kemampuan diriku. dan dirimu pula sebagai al-Adl mengetahui mana yang lebih tepat bagi hambamu ini.

About nahawan

seseorang yang tertarik dengan alam imaginal tapi terjebak dalam alam fana... berusaha mencari titik temu dan ingin melesat dalam nirwana yang kini kelabu dan penuh sembilu.... @sulaeman79

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s