apa definisi kebenaran menurut Anda
sama dengan kebenaran menurut ku
apa definisi kebenaran universal
sama dengan kebenaran lokal

kenapa peradaban manusia tidak sama
kenapa sejarah bangsa manusia tidak seragam
kenapa ilmu pengetahuan tidak berkembang beriringan
kenapa norma dan nilai terus berkembang dibangun dari falsafah yang tidak diakui secara universal

kebenaran yang universal apakah ada?
dari mana munculnya konsep benar dan salah?
apakah diberikan utuh dari langit atau muncul sebagai pandangan manusia kolektif?
apakah pandangan manusia itu muncul dari hati dengan sendirinya atau ditunjukkan dari titah langit melalui manusia suci-Nya

bagaimana peran akal terhadap kebenaran eksistensi Causa Prima
bagaimana pula peran “petuah suci” terhadap interpretasi agama terhadap perkembangan zaman
bukankah Kau lebih dahulu ada dibandingkan dengan “sang pembawa pesan”
bukankah akal diberikan dan berkembang seiring dengan umur dan pengalaman manusia
bukankah setiap manusia mengetahui bahwa Kau adalah Wudud dan kami maujud
bukankah secara fithri tidak ada pengingkaran kalau Kau memang Tuhan dan kami hanya tuhan

lalu apa tugas “manusia suci” ketika diutus oleh diri-Mu
sejauh mana otoritas dan peran dia dalam membentuk “manusia yang tercerahkan”
apakah hanya sampai pada pencarian siapa diri-Mu
ataukah sampai pada terma “sami’na wa ato’na”

jika kebenaran sejati diserahkan kepada seluruh manusia
maka kan banyak versi dan dimensi tentang kebenaran
lalu apakah salah bila mereka telah berusaha mendekati-Mu melalui potensi akal yang Kau berikan
meskipun pada akhirnya mereka dicatat dalam sejarah dan di klaim sebagai golongan yang keluar dari “common mainstream”
apakah harus selalu ada pemegang kebenaran melalui “manusia suci” untuk setiap zaman?
yang tersisa hanya prinsip “ketundukan” kepada akal yang di klaim sebagai nurani karena obsesi menjadi manusia bebas “penuh arti”
atau ketundukan kepada “manusia suci” yang kita sendiri tidak punya kemampuan untuk menverifikasi…

begitupun “manusia suci”, ketika nubuwwah telah datang
maka muncullah dua pandangan ekstrem
tunduk kepada akal yang sebenarnya ego kemudian berusaha menverifikasi dan menfalsifikasi
atau tunduk kepada “manusia suci” dengan penuh kepercayaan tanpa terkecuali…

About nahawan

seseorang yang tertarik dengan alam imaginal tapi terjebak dalam alam fana... berusaha mencari titik temu dan ingin melesat dalam nirwana yang kini kelabu dan penuh sembilu.... @sulaeman79

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s