Ketika Allah menciptakan hati
darinya berbagai rasa membuncah menyeruak
saling berdesakan berhimpitan membentuk simponi nurani
yang selalu bergerak menuju perbuatan fitri

wahai hati yang tulus…
adakah dengki dalam dirimu
adakah benci dalam sudut sudutmu
adakah “rindu” selain kepada Rabb-Mu
adakah tempat walau se-inchi dalam ruas kalbumu
untuk menyebut selain Kekasih-MU

tidak tidak ada…
maafkan diriku wahai “pemilik hati sementara”
semua telah membentuk getar getar rindu merapat dan
memadat dalam setiap lubuk hatiku…
tidak ada lagi kebencian apalagi kedengkian
karena telah menjelma dalam wirid “Pemilik Sejatiku”
darinya deraian air mata ketulusan berjatuhan
darinya untaian dzikir bergema beriringan
darinya setiap gerakan selalu mengikuti ke manapun
“Pemilik Sejatiku” menyeru

aku merindu wahai “pemilik hati sementara”…
biarkan rindu ku membuncah mengikuti para
pemuja-Nya
merindu bahkan ingin selalu bertemu dengan Wajah-Nya
aku terbuai dalam kenangan manis senja berjuang
bersama mujahid muda di bawah naungan ukhuwah
merasakan manisnya mengajarkan anak-anak etika
merasakan dinginnya air wudhu tahajud dini hari
merasakan linangan air mata dzikir taubat yang tidak
pernah terputus karena takut akan murka-Nya
merasakan manisnya keyakinan akan rizki dengan dhuha
merasakan manisnya berkah dengan berbagi…
biarkan diriku lepas darimu wahai “pemilik hati
sementara”…wahai manusia yang hanya sebatas asma
yang kini sedang terjebak dalam lilitan nafsu…

Ya Allah, sekarang nuraniku berbicara…
kenapa Kau ciptakan nafsu bila hamba tidak sanggup
mengarahkan menuju diri-Mu…
ajarkan hamba Ya Rabbi
Kaulah Ya Huda…Wahai Pemilik Petunjuk
Kaulah yang menciptakan hamba dalam bentuk “an-nas
jikalau hamba boleh memilih…
jadikan hamba malaikat-Mu, atau makhluk apapun yang
tidak memiliki nafsu untuk ingkar kepada-Mu
maafkan hamba yang melupakan hati yang Kau titipkan…
hamba merindu…satukan hamba dengan hati hamba…
jangan cerai beraikan kami Ya Mahbub
izinkan kami selalu bersama dalam kehidupan dan
kematian…mata ini mulai lelah dalam tangisan…
jadikan dia saksi dari persaksian kehinaan diri
hamba…

About nahawan

seseorang yang tertarik dengan alam imaginal tapi terjebak dalam alam fana... berusaha mencari titik temu dan ingin melesat dalam nirwana yang kini kelabu dan penuh sembilu.... @sulaeman79

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s