Jika Engkau adalah Wajib al-Wujud
Maka di mana wujud-Mu jika hendak kucari
Jika Engkau adalah wujud yang tidak terbatas
Apakah wujud terbatas mampu bertemu dengan diri-Mu
Jika Engkau adalah immateri
Maka apakah materi diperkenankan bersatu dengan-Mu

Apakah selamanya diri-Mu kan transenden bagi kami
Apakah ruh yang terbalut jasad diizinkan menatap-Mu
Mendengarkan titah-Mu, merasakan keberadaan-Mu bahkan memeluk-Mu
Bukankah seluruh jasad adalah materi yang lekang oleh waktu
Maka bagaimana mungkin wujud yang tidak tak terbatas merasakan yang tidak terbatas
Maka kemustahilan bagi materi mendeteksi immateri
kecuali materi yang telah terkosongkan tanpa isi

Apakah kekosongan dapat tercapai ketika masih terbatasi dengan jiwa
Ribuan asma masih menyelimuti kami selama masih ada kehidupan
Bukankah kami masih ingin bereksistensi selama Kau titipkan nafs kepada kami
Bagaimana mungkin kami membuang seluruh keinginan kami
jika hidup ini penuh dengan kepentingan dan tendensi untuk terus mempertahankan diri
Lalu bagaimana cara kami untuk menafikan seluruh entitas kecuali diri-Mu
Kau ajarkan kepada kami kerendahan, ketundukan, kepasrahan tidak lain untuk merasakan keberadaan-Mu
Bukankah samudra yang membentang menjadi puncak bersatunya seluruh sungai karena kerendahannya
Jika Engkau adalah samudra dan kami adalah sungai
Maka ajarkan kepada kami kepasrahan sejati agar bisa bersama-Mu

Wahai Samudra yang membentang sebagai puncak kebahagiaan
Wahai sungai yang terus merendah hingga terjadinya pertemuan
Kesamaan dzat-mu lah yang telah mempersatukan dirimu
yang tidak ada sekat ataupun pembatas yang dapat memisahkan dirimu
lalu bagaimana jarak antara kami dengan diri-Mu
Apakah meninggalkan jasad adalah satu-satunya pintu untuk bisa bertemu
dan ber-imanen bersama Wujud-Mu
Lalu kenapa Engkau memberikan jarak antara kita dengan surga
Jika yang dituju oleh seluruh pecinta-Mu adalah diri-Mu
Wahai….Wajib al-Wujud

About nahawan

seseorang yang tertarik dengan alam imaginal tapi terjebak dalam alam fana... berusaha mencari titik temu dan ingin melesat dalam nirwana yang kini kelabu dan penuh sembilu.... @sulaeman79

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s