Ketika Allah menciptakan makhluk
maka Dia pula yang akan menyempurnakannya
bak metamorfosa
setiap makhluk menuju maqom-maqomnya

Seorang filosof berkata: “setiap yang ada kan rusak dan binasa bukan sempurna”. Sangat menarik bila dicermati eksisten-eksisten yang ada terjadi karena diwujudkan bukan karena mewujud dengan sendirinya. Sang Wujud adalah kesempurnaan maka setiap yang diwujudkan tidak mungkin bergerak selain ke arah kesempurnaan itu sendiri. Hukum yang dapat diterima oleh manusia bahkan sudah menjadi aksioma bahwa yang kekal adalah perubahan itu sendiri. Maka dapat disimpulkan bahwa kemestian evolusi yang tidak dapat ditolak atau pun dihindari. Bukankah perubahan merupakan kesempurnaan itu sendiri, tapi kenapa manusia suka keabadian. Kecenderungan membentuk rezim bagi dunia politik, penumpukan kapital bagi dunia ekonomi, bedah plastik bagi dunia kecantikan dan berlian sebagai simbol keabadian. Semuanya merupakan fitrah atau nafsu manusia? Bila fitrah manusia itu ada pada upaya pelanggengan segala yang materi, maka kecenderungan menuju keabadian materi merupakan kesempurnaan, tapi bila sebaliknya, maka kecenderungan menuju keabadian merupakan libido, nafsu, syahwat, ketamakan, dan keserakahan yang harus dikendalikan.

Bagiku Evolusi dapat dinalar sebagai perubahan regresif dan juga dapat sebagai perubahan progresif. evolusi regresif berarti perubahan menuju kekurangan, kerusakan dan kebinasaan sedangkan evolusi progresif adalah perubahan menuju kesempurnaan. Terma sempurna-nya manusia memang agak absurd. Bila terma itu diserahkan kepada manusia, maka berkuasa, dan menguasai pintu-pintu yang mendatangkan kapital adalah kesempurnaan. Tidak dapat dinafikan kalau manusia memang ingin selalu bereksistensi. Mulai dari penamaan saja, seorang ayah kan berusaha mencari nama yang berbeda dari lainnya, minimal unik dan mempunyai distingsi walaupun hanya sebatas lingkungan RT. Setiap manusia diberikan Tuhan kemampuan untuk bertahan hidup. Balita pun ketika keluar dari rahim segera menghisap susu ibunya, ketika jatuh pada waktu belajar berjalan segera bangun dan mencoba mengulangi meskipun harus jatuh kembali. Hal itu semua tidak lain merupakan fitrah dan spirit manusia yang tidak pernah mau menyerah menuju kesempurnaan.

Bagiku, evolusi regresif kan selalu terjadi dan tidak bisa dihindari karena kesejatian materi adalah fana. Maka rusak dan binasa memang suatu kemestian yang tidak dapat dihindari. Upaya mempertahankan materi, melanggengkan kekuasaan, menggapai kemapanan dalam ekonomi dan mempertahankan kecantikan merupakan kesia-siaan. Semuanya tidak dapat tergapai kecuali frustasi. Karena semuanya kan menuju kesempurnaan dengan kefanaan. Sedangkan evolusi progresif bisa terjadi di alam spirit, mental dan fitrah manusia. Kecenderungan menuju keabadian, sang Pemilik Sejati tidak dapat dihindari. Upaya peniadaan kehendak pribadi merupakan suatu kemestian menuju Kehendak Sang Pemilik Pribadi dan Alam Semesta. Kesempurnaan tidak dapat tercapai bila kita masih hidup dan masih mempunyai kehendak pribadi. Matilah sebelum kematian itu datang. Biarkan kehendak Tuhan mengalir dalam diri kita. Biarlah kita menjadi tangan, kaki dan tindakan semesta. Karena kesempurnaan sejati yang hakiki hanya ada dan terjadi di evolusi progresif, evolusi yang terjadi pada sektor spiritual. Evolusi yang perlu diusahakan dan penuh perjuangan.

About nahawan

seseorang yang tertarik dengan alam imaginal tapi terjebak dalam alam fana... berusaha mencari titik temu dan ingin melesat dalam nirwana yang kini kelabu dan penuh sembilu.... @sulaeman79

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s