Aksioma:

Jasad manusia berasal dari sari pati tanah –tools yang terbentuk berupa syahwat-berpotensi menimbulkan kehinaan dan keburukan-dinilai sebagai dosa yang berakumulasi mendatangkan murka sehingga diganjar dengan siksa di neraka

Ruh berasal dari tiupan Allah atau kasih sayang Allah-tools yang terbentuk berupa akal-berpotensi menimbulkan kemulyaan dan kebajikan-dinilai sebagai pahala berakumulasi mendatangkan ridho sehingga diganjar dengan kesenangan di surga

Keadilan Allah telah membentuk suatu rumus ketidakseimbangan. Dalam kajian filsafat dan etika, adil memang belum tentu merata, begitupun di mata Allah ketidakseimbangan merupakan keadilan. Ruh yang bersifat abadi disandingkan dengan jasad yang bersifat fana. Ruh tidak sama dengan jasad bahkan ruh lebih besar baik dari sudut potensi maupun dari sudut kekekalan dibandingkan jasad. Rumus ini merupakan kemestian karena kasih sayang Allah yang melebihi murka-Nya. Maka sungguh sangat merugi bila ada manusia yang tidak memanfaatkan potensi ruhiyahnya dan tidak mengembangkan potensinya sampai pada titik yang tidak terbatas, karena sejatinya potensi ruh adalah potensi yang tidak terbatas.

Dari makro kosmik yang berupa alam semesta, manusia tidak perlu susah payah memciptakan langit dan bumi beserta isinya untuk mereka tinggal dan berkembang biak. Manusia hanya diminta sebagai khalifah, pemelihara kelangsungan seluruh entitas yang tinggal hanya di permukaan bumi. Maka nikmat Tuhan yang mana yang mau kita ingkari ….. ?

Dari mikro kosmik yang berupa diri pribadi, manusia tidak perlu susah payah menciptakan dirinya sendiri, manusia hanya diminta untuk berusaha tapi ketetapan dan ridho hanya milik Allah tatkala memilih kita di antara milyaran sel sperma yang saling berlomba untuk membuahi sel telur. Bila menggunakan pendekatan probabilitas, maka terlalu kecil kemungkinan bagi setiap sel sperma untuk dipilih bila bukan karena kasih sayang-Nya. Maka nikmat Tuhan yang mana yang mau kita ingkari …… ?

Dari perspektif learning and growth, kemampuan otak manusia yang dapat menerima setiap informasi dan mengolah akumulasi informasi tersebut melalui katagorisasi, klasifikasi, hingga falsifikasi. Dengan demikian akan nampak segala sesuatu sesuai dengan kesejatiannya dalam wujud paradox; hitam atau putih, gelap atau terang, salah atau benar, kehinaan atau kesucian, murka atau ridho sehingga pada akhirnya kita-pun akan memilih entitas yang lebih abadi yaitu putih, terang, benar, kesucian dan ridho. Hal ini merupakan kemestian karena ruh pada bentuk aslinya adalah sesuatu yang yang pro pada kebenaran, kesucian dan keridhoan, sedangkan ketiadaannya baru memunculkan kegelapan, kesalahan dan kemurkaan. Maka dapat disimpulkan bahwa default potensi yang akan kita jumpai menjelang akhir hayat hidup manusia adalah kesalehan, kebajikan dan segala perbuatan yang mendatangkan keridhoan-Allah. Maka nikmat Tuhan yang mana yang mau kita ingkari …… ?

Dari pespektif wujud, Tidak mungkin ada dua entitis yang sesuai secara mutlak. Karena sejatinya entitas yang mewujud itu berbeda. Suatu kemustahilan apabila ada dua entitas yang mewujud secara identik baik dari sudut pandang eksoteris yang bersifat fisik, maupuun dari sudut pandang esoteris yang bersifat non fisik. Maka dirimupun akan bermakna di mata entitas lainnya karena kesempurnaan diri kamu ada pada diri saya, dan kesempurnaan diri saya ada pada dirimu. Maka nikmat Tuhan yang mana yang mau kita ingkari …… ?

Hikmah

Sungguh … kehidupan merupakan kenikmatan tertinggi yang dianugerahkan Allah kepada setiap hamba-Nya, apa yang dapat kau persembahkan sebagai balasanmu atas segala nikmat yang diberikan, Berapapun keras usaha dan pengabdian yang kita persembahkan, tentu tidak akan pernah dapat menebus kenikmatan yang telah kita rasakan

About nahawan

seseorang yang tertarik dengan alam imaginal tapi terjebak dalam alam fana... berusaha mencari titik temu dan ingin melesat dalam nirwana yang kini kelabu dan penuh sembilu.... @sulaeman79

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s